Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Viral! Tanggapan Dari Ibu Mahasiswa Yang Menjadi Salah Satu Korban Tewas Kasus Kecelakaan Mahasiswa UI vs Pensiunan Polisi

Sabtu, 28 Januari 2023 | Januari 28, 2023 WIB Last Updated 2023-01-28T09:06:12Z


Baru - baru ini Polisi menetapkan mahasiswa UI, Muhammad Hasya Atallah sebagai tersangka atas kasus kecelakaan yang melibatkan dirinya dengan salah satu pensiunan Polri, AKBP (Purn) Eko Setia Budi Wahono.
Hasya dinyatakan bersalah karena dianggap lalai dalam berkendara sehingga mengakibatkan dirinya meninggal dunia dan membahayakan nyawa orang lain.
"Penyebab terjadinya kecelakaan adalah si Muhammad Hasya sendiri, kenapa dijadikan tersangka ya ini, dia kan yang menyebabkan karena kelalaiannya menghilangkan nyawa orang lain dan dirinya sendiri," kata Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Latif Usman dalam jumpa pers, Jumat (27/1).
Latif lantas membeberkan beberapa bentuk kelalaian yang dilakukan Hasya saat mengendarai sepeda motor miliknya.
Polisi Beberkan Alasan Kasus Kecelakaan Mahasiswa UI vs Pensiunan Polisi Disetop

Sket gambar kecelakaan lalu lintas yang menewaskan Muhammad Hasya Atallah. Foto: Dok. Istimaew

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Latif Usman mengatakan, salah satu alasannya demi kejelasan status hukum dalam perkara tersebut.
"Iya untuk kepastian hukum kan proses itu istilahnya kenapa di SP3," ujar Latif kepada wartawan, Jumat (27/1).

Latif pun menjelaskan, ada beberapa faktor yang membuat polisi menghentikan sebuah perkara, yakni kasus kedaluwarsa, kekurangan bukti, dan tersangka meninggal dunia.
Dalam kasus Hasya dengan Eko, Latif mengungkapkan, Hasya telah ditetapkan sebagai tersangka lantaran kelalaiannya dalam mengemudikan kendaraan. Hanya saja, Hasya ikut tewas dalam kejadian itu.
Sehingga, hal ini yang kemudian dijadikan dasar polisi menghentikan penyidikan kasus itu.
Ibu Hasya, Dwi Syafiera Putri, mengaku kecewa dengan kepolisian. Menurutnya, kasus itu diselesaikan secara transparan.


"Kecewa, udah pasti. Marah, mau marah sama siapa," kata Dwi kepada wartawan di kampus UI Salemba, Jumat (27/1).
"Kami cuma ingin prosesnya berjalan transparan. Jikalau proses harus dimulai dari awal kita siap. Asalkan transparan dan semuanya terlihat jelas jadi kami tau siapa tersangka itu," sambungnya.
Dwi akan membawa kasus ini ke pengadilan. Dia menegaskan siap bertarung di pengadilan demi keadilan untuk anaknya.
"Kalau harus dibuktikan di pengadilan, ayo dibuktikan di pengadilan. Apa pun keputusannya di pengadilan," ujarnya.

Sumber : Kumparan

×
Berita Terbaru Update