Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Wartawan Senior: Noel dan Kawan-Kawannya Inilah Yang Melaporkan Saya DLL ke Polisi!

Minggu, 19 Februari 2023 | Februari 19, 2023 WIB Last Updated 2023-02-19T09:54:32Z


Fakta Bersuara, Jakarta - - Saya menulis ini sebetulnya berat bangettt, selain juga karena ini akan menjadi bagian yang akan saya tulis dalam buku saya kelak.


Noel (Ketua Jokowi Mania yang sekarang jadi Prabowo Mania -red) dan kawan-kawannya inilah yang melaporkan Pak Prabowo, saya, Pak Amien Rais, Fadlizon, Said Iqbal dll ke polisi berkait dengan oplas Ratna Sarumpaet yang pada kami Ratna mengaku dipukuli orang (kejadian jelang Pilpres 2019 lalu -red).

Dan di antara orang yg dilaporkan itu, yg sering dipanggil-panggil polisi saya dan Pak Amien Rais serta Pak Said Iqbal. Fadlizon tidak dipanggil karena anggota DPR.


Peristiwa itu adalah puncak dari puncak kesedihan saya di dunia. Saya sebagai orang yg pernah  menerima predikat sebagai "Wartawan Nomer Satu di Indonesia" dari PWI, malah  menjadi buronan wartawan! Bahkan wartawan terus menyudutkan saya seolah menjadi pihak yg layak diadili. Tidak ada sama sekali keberpihakan wartawan kala itu! Berita2 di portal, koran TV bergantian menghajar saya dan orang2 di atas. 


Bahkan saat saya dipanggil polisi dan pernah diperiksa selama 15 jam, begitu keluar saya dikerumuni wartawan sudah seperti penjahat yg paling jahat! Pokoknya inilah neraka dunia saya! 



Gara-gara melihat saya di TV beberapa kali dipanggil polisi, ibu saya yg berusia 80 tahun mengalami stroke dan linglung, Kimby (anak) psikologisnya hancur (saya belum bisa cerita sekarang gak kuat nulisnya, karena sebagai Ibu sy melihat anak saya haknya direnggut begitu saja, hanya karena saya orangnya Pak PS).


Tak hanya itu, suami saya yg punya karier bagus, namun karena jauh dari Jakarta, akhirnya memilih mundur dari pekerjaannya karena gak kuat lihat saya dipanggilin polisi terus (yg melaporkan saya berganti-gantian pada kasus yg sama yaitu Sarumpaet), dan juga gak tega lihat psikologis Kimby serta keluarga semua yg hari-hari hanya diisi tangisan. Selain Ibu, satu    per satu kakak saya jatuh sakit, bahkan adik saya sampai sakit ling lung. Maklum saya adalah penanggungjawab dan panutan keluarga besar.


Tak hanya satu orang yg melaporkan saya, tapi banyak orang dari kawan-kawan Noel, sampai saya mengalami tremor dan tidak bisa melihat amlop berwarna coklat. Setiap lihat amlop coklat (panggilan polisi) saya kejang2 dan setelah itu bengong.


Tidak tahan melihat penderitaan saya, Pak Prabowo sampai minta saya sekeluarga diam-diam minggat saja ke LN. Saya menolak, saya akan hadapai meski saya babak belur. Ini negara saya,  dan saya akan hadapai apapun yang terjadi, sampai resiko terburuk pun.


Saya terus mendekat pada Allah, shalat tepat waktu dan shalat2 sunnah apapun saya lakoni. Allah Maha Besar dan Maha Adil dan Maha Pemberi Jalan, juga Maha Pembela. Saya tdk mau  detail menulis, nanti saja dalam buku saya detail akan saya cerita, pokoknya Allah tetiba memberi Muk'jizat saya bisa bertemu langsung Kapolri waktu itu, Pak Tito Karnavian.

Saya juga belum akan bercerita bagaimana dramatisnya pertemuan saya dengan Kapolri waktu itu, yg jelas akhirnya semua berbalik 180 derajat. Pak Kapolri menginstruksikan menghentikan pemanggilan kepada saya, karena tidak ada sedikit pun kesalahan saya.


Saya menulis di FB sesui cerita Ratna Sarumpaet saat ia bertemu Pak Prabowo di Pacuan Kuda milik Pak PS. Semua cerita saya tulis berdasarkan cerita Ratna Sarumpaet, tidak saya tambahi - tidak saya kurangi. Saya mungkin orang ke 100 atau bahkan ke 1000 yg menulis di medsos, karena sebelum saya menulis di FB, foto Ratna yg mukanya bonyok sudah beredar dan cerita Ratna dianiaya sdh beredar di medsos maupun di media massa.


Lah bagaimana sy dituduh menebar hoax, kalau cerita Ratna babak belur sudah beredar duluan sebelum saya menulis di FB? Ini yg saya sampaikan berkali-kali ke polisi sebetulnya. Polisi sendiri sebetulnya seperti bingung tiap memeriksa saya, tapi karena ada pesan khusus jadi polisi ya harus terus mencari-cari celah saya.


Lalu apa targetnya untuk saya sebenarnya? Menurut sumber di kepolisian, saya mau dijadikan TERSANGKA, juga Pak Amien Rais, karena kami berdua dianggap orang paling dekat dan didengar Pak PS.


Cukup penderitaan saya? Belum, di saat babak belur saya dipanggil polisi terus, dan keluarga saya psikologisnya hancur, Ibu saya berkali-kali keluar masuk RS karena stroke, saya dihantam oleh orang2 Pak PS yg melapor ke Pak PS bahwa saya sebenarnya MATA-MATA Pak Jokowi ....edyan!!!!!! 


Sumber : Democrazy

×
Berita Terbaru Update