Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Wali Kota Eri : Legowo Jika GBT Tak Jadi Dipakai Buat Piala Dunia

Minggu, 12 Maret 2023 | Maret 12, 2023 WIB Last Updated 2023-03-12T08:36:56Z

 


Fakta Bersuara, Surabaya - Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyebut bakal ada yang stadion yang dicoret jika tidak diperbaiki untuk Piala Dunia U-20 2023. Hal ini dikatakan usai FIFA menyampaikan catatan untuk enam stadion.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyebut, hasil asesmen Gelora Bung Tomo (GBT) tinggi. Bahkan, Ketua PSSI, Menteri PUPR hingga Menpora akan datang untuk meninjau lokasi stadion pekan depan.

"Pak Erick kemarin menyampaikan ke saya, bahwa besok Senin beliau datang. Pak Menpora juga datang, Pak Erick sebagai ketua PSSI juga mengecek.

Hasil asesmen (GBT) itu yang tertinggi di antara semua yang ada, tetapi dari semua itu ada kekurangannya. Jadi harus dilengkapi dan diselesaikan sebelum Piala Dunia. Beliau mengecek," kata Eri kepada wartawan di ruang kerjanya, Sabtu (11/3/2023).

Eri mengatakan, sejauh ini FIFA memberikan penilaian terbaik terkait persiapan yang dilakukan Stadion GBT. Bahkan, GBT memiliki nilai paling tinggi, karena standar FIFA juga tinggi.

"Ketika sudah dicek FIFA, kami nilainya paling tinggi. Tetapi sebenarnya, apapun itu. Kami sudah membuat gelora, tempat olahraga, ada Manahan Solo, GBT, GBK kami maksimal melakukan. 

Tetapi standar FIFA tinggi, karena sejak awal tidak ada yang memiliki stadion standar FIFA itu masalahnya. Tetapi yang penting semuanya berusaha, enam daerah sudah berusaha," jelasnya.

Tak hanya itu, Eri menilai GBT saat ini sudah memenuhi standar internasional. Sehingga, jika GBT dipakai atau tidak untuk Piala Dunia, pihaknya tetap sudah siap untuk standar internasional.

Mantan Kepala Bappeko Surabaya ini juga menanggapi Erick Thohir yang menyebut bakal ada yang stadion yang dicoret jika tidak diperbaiki untuk Piala Dunia U-20 2023. Ia pun tak keberatan dan legowo jika seandainya yang dicoret ialah GBT.

Kalau ternyata kami kurang memenuhi standar FIFA, ya sudah. Tetapi sebagai Wali Kota Surabaya sudah bangga, karena sudah masuk ke dalam enam yang distandarkan. Warga dan pemkot sudah berjuang agar lapangan sesuai standar FIFA dan itu memang tidak mudah. Saat ini disentuh PUPR, tidak hanya pemda," urainya.

Menurutnya, FIFA memiliki alasan kuat kenapa mengurangi jumlah stadion yang digunakan untuk menggelar pertandingan. "Standar FIFA bukan gaya-gayaan Piala Dunia, tetapi untuk keamanan, kemudian parkirnya di mana," ujarnya.

Sementara itu, pengerjaan tahap renovasi Stadion GBT dilakukan oleh Kementerian PUPR dan Pemkot Surabaya. Pemkot melakukan proses renovasi dalam skala minor.

"Jalur disabilitas, tempat wartawan, parkir. Semuanya sudah dikerjakan, pagar sudah tertutup semuanya. Kalau kami minor untuk yang di stadion," pungkasnya.


Sumber : DetikJatim

×
Berita Terbaru Update